Edisi 01 UangNanti 23 Agustus 2026

Memahami ke mana uang bergerak berikutnya.

Masa Depan Keuangan

Dua Jalan Berbeda untuk Uang yang Menyeberang

Kiriman lintas negara sedang diperbaiki lewat dua cara yang tidak sama. Satu menyambung sistem yang sudah ada; satu membangun tempat baru.

Ilustrasi generatif untuk Uang Nanti. Gambar bersifat konseptual dan tidak menyatakan data.

Seseorang di Jakarta mengirim uang ke anaknya yang kuliah di Kuala Lumpur. Aplikasinya menerima perintah dalam beberapa detik, lalu muncul kalimat yang sudah lama kita anggap wajar: dana diperkirakan sampai dalam satu sampai tiga hari kerja. Di layar yang sama, memindahkan jumlah yang sama ke rekening di kota sebelah selesai sebelum ponselnya sempat terkunci.

Selisih itu bukan soal jarak. Uangnya tidak menempuh perjalanan fisik ke mana pun. Yang membuat satu perpindahan selesai dalam detik dan satunya butuh hari adalah jumlah pihak yang harus mencocokkan catatan sebelum keduanya sepakat bahwa dana benar-benar pindah.

Dua jawaban yang sedang dibangun

Yang menarik dari beberapa tahun terakhir bukan bahwa masalah ini akhirnya digarap, melainkan bahwa ia digarap lewat dua pendekatan yang berangkat dari asumsi berlawanan — dan keduanya sudah melewati tahap gagasan.

Pendekatan pertama menerima sistem yang ada apa adanya, lalu menyambungkannya. Proyek Nexus, yang dimulai di pusat inovasi BIS Singapura, merancang cara baku untuk menghubungkan sistem pembayaran instan domestik antarnegara, dengan sasaran dana sampai di tangan penerima dalam waktu enam puluh detik. Bank Indonesia termasuk mitra awalnya, bersama bank sentral Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Proyek itu kini bukan lagi urusan BIS. Setelah rancangan dan purwarupanya rampung, pengelolaannya diserahkan kepada Nexus Global Payments — badan hukum yang dibentuk pada 2025 oleh bank sentral India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand untuk menjalankannya secara operasional. Dalam masa peralihan itu, Indonesia tercatat berstatus pengamat khusus.

Dua bentuk buku besar
Buku besar lembaga Bank A Bank B Sistem pencocokan di tengah Dua catatan berbeda harus dicocokkan — jeda muncul di sini. Buku besar terdistribusi Satu catatan bersama 12345 Setiap peserta menyimpan salinan yang sama Tidak ada pencocokan antar-buku — biayanya pindah ke menjaga kesepakatan.
Di kiri, catatan disimpan lembaga dan perpindahan antar-lembaga butuh pencocokan. Di kanan, satu catatan bersama dipegang banyak pihak sekaligus.

Pendekatan kedua berangkat dari asumsi sebaliknya: kalau masalahnya adalah terlalu banyak buku besar yang harus dicocokkan, jangan sambungkan bukunya — satukan tempatnya. Inilah gagasan buku besar terpadu yang diajukan BIS dalam laporan tahunannya pada Juni 2026: cadangan bank sentral, uang bank komersial, dan aset, semuanya ditokenisasi dan berada di satu tempat yang sama.

Proyek Agorá adalah bentuk ujinya. Delapan bank sentral dan lebih dari empat puluh lembaga keuangan menguji satu platform terprogram lintas mata uang; pada Juli 2026 pengujian itu memakai uang sungguhan — 28 lembaga menyelesaikan transaksi senilai sekitar CHF 800.000 dalam 17 skenario. BIS menegaskan yang dihasilkan adalah purwarupa untuk menilai potensi, bukan produk jadi.

Satu pendekatan memperbaiki jalan yang sudah ada. Satu lagi membangun tempat baru dan mengundang semua orang pindah.

Apa bedanya bagi yang mengirim

Dari layar pengirim, keduanya menjanjikan hal yang mirip: dana sampai lebih cepat dan biayanya lebih jelas. Perbedaannya baru terasa pada hal-hal yang jarang ditanyakan sebelum menekan tombol kirim.

  1. Siapa yang memegang dana di tengah jalan. Pada model penyambungan, dana tetap berada dalam sistem pembayaran masing-masing negara di bawah pengawasan yang sudah ada. Pada model tempat bersama, ia berada di platform baru yang aturannya harus dibuat dan disepakati lebih dulu.
  2. Apa yang terjadi ketika salah satu sisi bermasalah. Menyambungkan sistem berarti kegagalan di satu negara relatif berhenti di negara itu. Menyatukan tempat berarti keandalannya menjadi urusan bersama — lebih rapi ketika berjalan, lebih luas dampaknya ketika berhenti.
  3. Berapa lama sampai terasa. Model penyambungan memakai jalur yang sudah dipakai jutaan orang setiap hari, jadi jarak menuju pemakaian nyata lebih pendek. Model tempat bersama menuntut kesepakatan hukum lintas yurisdiksi lebih dulu, dan itu bagian yang paling lambat dari mana pun teknologinya dimulai.

Siapa yang diuntungkan, siapa yang menanggung

Yang paling jelas diuntungkan adalah pengirim rutin bernilai kecil — pekerja migran, mahasiswa, usaha kecil yang membeli dari pemasok di negara tetangga. Merekalah yang selama ini membayar biaya bertingkat pada rantai bank koresponden yang panjang, dan yang paling sering tidak tahu kapan dananya benar-benar sampai.

Yang menanggung risikonya adalah pihak yang selama ini hidup dari jarak itu: perantara yang mengambil selisih kurs dan biaya kirim. Sebagian akan menyesuaikan diri; sebagian akan hilang. Itu perpindahan nilai yang nyata, dan tidak semua pihak yang kehilangan adalah pihak yang layak dikasihani — tetapi sebagiannya adalah agen kecil di daerah yang selama ini menjadi satu-satunya titik layanan.

Ada pula pihak yang menanggung risiko tanpa pernah menjadi bagian dari percakapannya: negara yang mata uangnya tidak termasuk dalam lima mata uang cadangan utama. Standar yang disusun tanpa mereka cenderung menjadi standar yang harus mereka ikuti belakangan, dengan syarat yang sudah ditetapkan orang lain.

Kenapa keduanya bisa jalan bersamaan

Godaan terbesar dalam membaca kabar semacam ini adalah menganggapnya perlombaan dengan satu pemenang. Kenyataannya keduanya menyelesaikan bagian yang berbeda dari masalah yang sama. Menyambungkan sistem pembayaran instan menjawab kiriman ritel bernilai kecil yang jumlahnya sangat banyak. Tempat bersama untuk aset dan uang yang ditokenisasi menjawab penyelesaian antar-lembaga bernilai besar, di mana yang mahal bukan biayanya melainkan jeda antara dua sisi transaksi.

Yang bisa dilakukan pembaca hari ini justru sederhana dan tidak bergantung pada keduanya: menanyakan tiga hal sebelum mengirim uang ke luar negeri — kurs yang dipakai beserta selisihnya, seluruh biaya sampai dana diterima, dan perkiraan waktu tiba yang dinyatakan sebagai tanggal, bukan sebagai rentang hari kerja. Ketiganya sudah bisa dijawab sekarang oleh penyedia mana pun yang serius, dan jawabannya seringkali menjelaskan lebih banyak daripada teknologi apa pun yang sedang dibangun di belakangnya.

Sumber

Klaim faktual dalam tulisan ini bersandar pada dokumen publik berikut. Tautan mengarah ke laman resmi penerbitnya; cara kami memilih sumber dijelaskan di Standar Sumber.

  1. BIS Innovation Hub — Project Nexus
  2. BIS Innovation Hub — Project Agorá
  3. BIS Annual Economic Report 2026, Bab III: Anchoring trust in money
  4. Financial Stability Board — Cross-border payments roadmap
lintas negarainfrastrukturpembayaran

Baca Berikutnya

Semua cerita
Masa Depan Keuangan

Saat Produk Keuangan Berubah Menjadi Software

Dokumen dibaca sekali lalu diarsipkan. Perangkat lunak dirilis berulang kali — dan itu mengubah cara produk keuangan gagal.