Saat Produk Keuangan Berubah Menjadi Software
Dokumen dibaca sekali lalu diarsipkan. Perangkat lunak dirilis berulang kali — dan itu mengubah cara produk keuangan gagal.
Memahami ke mana uang bergerak berikutnya.
Dipakai membeli kopi bukan bagian yang menarik. Dipakai sebagai kaki penyelesaian di antara sistem — itu yang mengubah banyak hal.
Cerita paling umum tentang instrumen bernilai stabil selalu berbentuk transaksi ritel: membayar kopi, mengirim uang ke teman, belanja daring. Cerita itu mudah dibayangkan, tapi justru bukan bagian yang paling berdampak — untuk pembayaran ritel sehari-hari, banyak negara sudah punya sistem cepat yang bekerja baik dan murah.
Bagian yang berpotensi lebih besar terjadi jauh dari mata pembeli: pemakaiannya sebagai kaki penyelesaian, yaitu sisi uang dari sebuah transaksi di antara lembaga, pasar, dan sistem yang berbeda.
Setiap transaksi punya dua sisi: aset berpindah, dan uang berpindah. Selama ini kedua sisi sering berjalan di rel yang berbeda, dengan jadwal berbeda, sehingga selalu ada jeda ketika salah satu pihak sudah menyerahkan dan pihak lain belum. Jeda itu adalah risiko yang harus dikelola, dan pengelolaannya mahal.
Bila sisi uangnya berada di rel yang sama dengan sisi asetnya, kedua perpindahan bisa terjadi dalam satu langkah yang tidak bisa dipisahkan. Inilah yang membuat instrumen bernilai stabil menarik bagi infrastruktur, bukan bagi kasir.
Nilai terbesarnya bukan pada kemudahan membayar, melainkan pada hilangnya jeda antara dua sisi transaksi.
Pembayaran lintas negara adalah tempat di mana kelemahan sistem lama paling terasa: rantai bank koresponden yang panjang, biaya bertingkat, jam operasi yang tidak sama, dan ketidakpastian kapan dana benar-benar sampai. Lembaga internasional secara terbuka menempatkan perbaikan pembayaran lintas negara sebagai prioritas bersama.
Instrumen bernilai stabil bukan satu-satunya kandidat jawaban. Bank sentral juga menguji jalur lain — menghubungkan sistem pembayaran cepat antarnegara, atau menguji uang digital bank sentral untuk penyelesaian antar-lembaga. Ketiganya menyerang masalah yang sama dari sudut berbeda.
Financial Stability Board menerbitkan rekomendasi tingkat tinggi untuk pengaturan dan pengawasan pengaturan stablecoin global, dan tema yang berulang di dalamnya adalah tata kelola, kejelasan hak penebusan, serta pengelolaan aset penopang. Ini menunjukkan bahwa pertanyaan yang mengganjal bukan pertanyaan teknologi.
Pada 23 Juni 2026, Bank for International Settlements menerbitkan bab khusus dalam laporan tahunannya dengan judul yang sudah menyatakan sikapnya: "Anchoring trust in money: innovation beyond stablecoins" — menambatkan kepercayaan pada uang, dengan inovasi di luar stablecoin.
Penilaiannya keras dan spesifik. Stablecoin dinyatakan belum lolos pada sifat yang disebut singleness: kemampuan ditebus setara nilai dengan uang bank sentral, kapan pun, tanpa keraguan. BIS juga menyoroti dua kelemahan lain — ketahanan terhadap kejahatan keuangan, serta penebusan dan interoperabilitas antar-buku besar yang berbeda.
Ada satu peringatan yang paling menyangkut pembaca di Indonesia. BIS menyebut permintaan global terhadap stablecoin — yang hari ini hampir seluruhnya berdenominasi dolar — bisa membuat aliran modal lebih bergejolak dan menantang kedaulatan moneter negara dengan fundamental yang lebih lemah. Ini bukan soal apakah instrumennya bekerja, melainkan soal apa yang terjadi pada sebuah negara ketika warganya menyimpan nilai dalam mata uang orang lain.
Pertanyaannya bergeser: bukan lagi apakah kaki penyelesaian akan ditokenisasi, melainkan uang siapa yang akan menjadi kakinya.
Sebagai gantinya, BIS mengajukan gagasan buku besar terpadu — satu tempat yang menyatukan cadangan bank sentral yang ditokenisasi, uang bank komersial yang ditokenisasi, dan aset yang ditokenisasi. Susunan itu mempertahankan struktur dua lapis yang sudah ada: bank sentral di dasar, bank komersial di atasnya.
Gagasan itu tidak berhenti di kertas. Proyek Agorá, yang dikoordinasi Institute of International Finance bersama BIS, mempertemukan delapan bank sentral — mewakili lima mata uang cadangan utama — dengan lebih dari empat puluh lembaga keuangan untuk menguji satu platform terprogram lintas mata uang.
Pada Juli 2026, proyek itu menjalankan pengujian bernilai nyata: 28 lembaga keuangan dan bank sentral menyelesaikan transaksi senilai sekitar CHF 800.000 dalam 17 skenario. Yang diuji persis bagian yang paling sering dilewati dalam pembicaraan publik — penyelesaian atomik lintas mata uang, dan kemampuan menanamkan syarat kepatuhan serta pemicu pembayaran bersyarat langsung ke dalam transaksinya.
BIS sendiri menahan ekspektasi: Agorá disebut bukan upaya membangun produk jadi, melainkan prototipe untuk menilai potensinya. Nilai yang diuji pun kecil untuk ukuran pasar antar-lembaga. Tetapi angka kecil itu tetap berarti, karena ia menandai perpindahan dari simulasi ke uang sungguhan.
Bagi tesis tulisan ini, kabar tersebut membawa dua hal sekaligus. Bagian yang menguat: perhatian kelembagaan memang tertuju pada kaki penyelesaian, bukan pada pembayaran kopi — persis seperti yang diperkirakan. Bagian yang tergoyang: kaki itu sedang dibangun dari uang bank sentral dan uang bank komersial yang ditokenisasi, bukan dari stablecoin.
Kemungkinan besar, tidak banyak yang terlihat. Bila perubahan ini berhasil, ia akan terasa seperti transfer yang sampai lebih cepat dan biaya yang lebih kecil — bukan seperti aplikasi baru yang harus dipasang.
Justru itu ciri infrastruktur yang bekerja: ia menghilang dari pandangan. Yang perlu dijaga adalah agar bagian yang menghilang dari pandangan tidak sekaligus menghilang dari pengawasan.
Perubahan yang mengubah kesimpulan atau menambah bagian baru dicatat di sini, bukan disunting diam-diam. Aturannya ada di Kebijakan Koreksi.
Klaim faktual dalam tulisan ini bersandar pada dokumen publik berikut. Tautan mengarah ke laman resmi penerbitnya; cara kami memilih sumber dijelaskan di Standar Sumber.
Dokumen dibaca sekali lalu diarsipkan. Perangkat lunak dirilis berulang kali — dan itu mengubah cara produk keuangan gagal.
"Coba dulu" mudah untuk aplikasi catatan. Untuk uang, kata "coba" punya konsekuensi yang tidak bisa dibatalkan.
Kiriman lintas negara sedang diperbaiki lewat dua cara yang tidak sama. Satu menyambung sistem yang sudah ada; satu membangun tempat baru.